Kamis, 28 Februari 2013

M.A.A.F (sebuah tulisan yang tidak jelas)


M.A.A.F adalah sebuah kata yang terdiri dari 4 huruf digunakan oleh seseorang atau kelompok  ketika melakukan satu atau lebih kesalahan yang telah diperbuat baik perbuatan yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Biasanya kata ini diungkapkan dengan rasa penyesalan yang mendalam dan tulus, namun seiring berjalannya waktu dengan semakin maraknya kemunafikkan yang timbul dan tertanam dalam diri manusia kata maaf begitu dengan mudahnya dilontarkan tanpa rasa yang berarti, adapun dilontarkan dengan air wajah yang sangat patut dikasihani dan membuat luluh si korban.

Maaf merupakan kata yang sangat dengan mudahnya diucapkan oleh pelaku kesalahan namun sulit diterima oleh korban dari kesalahan, dan kadang sebaliknya begitu sulitnya diucapkan oleh pelaku kesalahan padahal si korban dari kesalahan tidak mempermasalahkan jika ia meminta maaf. Mengapa demikian?

Pertama, Hal ini disebabkan oleh begitu banyaknya , sering nya,besarnya dan macamnya kesalahan – kesalahan yang dilakukan oleh pelaku  sehingga membuat sipelaku  ini selalu berkata “MAAF” kepada korban dari kesalahan dan si korban-pun mulai bosan karena begitu seringnya kata “ MAAF” yang terlontar dan terekam dalam otak sikorban, sehingga sikorbanpun tidak mempercayainya lagi dan yang terpapar hanya kekecewaan yang tak terbendung  hal tersebut membuat korban menjadi sulit untuk memaafkan atau mengampuni .Akibat dampak psikis ini sikorban menjadi trauma akan kata maaf dan sulit mempercayai pelaku atau bahkan lebih parahnya orang lain yang melakukan kesalahan sepele padanya pun akan sangat sulit untuk dimaafkan.

Kedua, kadang manusia memiliki suatu perasaan yang membuat manusia menjadi sedikit egois atau kecenderungan merasa lebih tinggi derajatnya dibandingkan manusia lain, entah apa penjabarannya namun saya biasa menyebutnya dengan kata “ gengsi” atau “ jaim” seperti itulah kiranya. Ya, maka terkadang kesalahan yang menurut pertimbangan orang banyak tak begitu parahnya menjadi sangat ironis dan menyebabkan perpecahan antara sipelaku dan korban sehingga kesalahan yang bermula kecil dapat menjadi masalah besar, tak jarang pada kasus ini sipelaku pada akhirnya akan selalu merasa bersalah dan menyesal.

Lalu bagaimana membedakan permintaan maaf yang tulus dengan permintaan maaf yang tak tulus?

Hal ini dapat anda lihat dari seberapa tulusnya sipelaku meminta maaf bukan dengan seberapa seringnya ia meminta maaf, seberapa banyaknya air mata penyesalan yang diperlihatkan didepan anda atau seberapa banyaknya janji-janji perubahan yang dia ucapkan. Anda dapat melihat dari bagaimana pelaku dapat menyelesaikan akibat kesalahan yang dia perbuat, bagaimanapun tanggung jawab itu perlu dibuktikan bukan hanya janji –janji yang hanya dicucapkan tanpa adanya bukti yang real. Jadi menurut saya berupa pernyataan tulus yang dibarengi dengan bukti nyata yang sangat nyata tidak ambigu :p

Namun pada masa jaman modern saat ini dimana begitu banyaknya jenis judul sinetron yang ditonton oleh berjutaan manusia belahan bumi dimana peran antagonis dan protagonis memainkan perannya dengan lihai, tak sedikit para penonton seperti belajar drama mempraktekkannya jika didunia nyata. Heemmm… dengan obat tetes mata atau bawang merah yang diusap-usap kemata (lebay banget :p ) hingga keluarlah air mata dari kelenjar lacrimalis hingga tumpah meruah melewati pipi dan biasanya setelah air mata ini tumpah akan diiringi dengan kata “MAAF” , yapp, bak disambar petir sikorban yang melihat beberapa tetesan air mata palsu itupun merasa iba dan kasihan dan kemudian keluarlah kata “ SAYA MAAFKAN” . Yah sebenarnya masih banyak lagi contoh lainnya , tapi berhubung saya capek menulisnya , jadi kapan-kapan akan saya lanjutkan lagi hehehe..

Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang dipahami, dimengerti, tidak disetujui, tidak nyambung dan lain sebagainya, maksud tujuan saya menulis ini hanya keisengan belaka hehe.. sampai jumpa ditulisan gak jelas saya lainnya salam “MISTO”
Baca Lanjutannya ahh.. »»  

Minggu, 29 Juli 2012

Have to Lost



Mungkin siang itu adalah hari yang paling indah dalam hidupku..
Ketika kamu menghampiriku, dengan senyuman manismu dan melambaikan tanganmu kepadaku seraya berkata "hai".. akupun menyambutmu dengan sunggingan senyum yang tersipu malu dan pipi yang merah merona.
Hari ini adalah hari yang kutunggu- tunggu setelah sekian lama aku mengharapkan ini terjadi, kau mengajakku berdua kita berjalan menyusuri jalanan ibukota yang menurutku sangat cerah namun sejuk itu..

aku menyukaimu..
aku tak tau bagaimana perasaanmu padaku, gejolak dalam diri ingin sekali mengungkapkan dan berkata " aku mencintaimu " namun kata-kata itu selalu saja tersendat di tenggorokanku seakan pita suara hilang..



Hari ini kau mengajakku pergi berdua ketaman kota.. aku sangat senang sekali, mungkin menurut kalian aku sangat naif atau kekanak-kanakan, namun aku sangat senang jika berdua dengannya melakukan kegiatan-kegiatan bersamanya, makan es krim,mengobrol. mengerjakan pr berdua..
tiba-tiba kau mengajakku duduk sibebuah bangku taman, dan berkata..



"Sin, sebenarnya sudah lama aku ingin membicarakan hal ini, namun aku tak mempunyai cukup keberanian untuk mengatakannya, aku sadar aku tak bisa menahan semua ini lebih lama lagi.." jelasnya terbata -bata dengan raut muka penuh dengan sejuta tanya

" Bicara tentang apa Rey, coba jelaskan jangan terbata-bata seperti itu.. jelaskanlah dengan tenang dan perlahan " jawabku sambil menenangkan sikap gugupnya..

Reyhan pun meraih kedua tanganku dan meletakkannya ke dadanya..
" apa kamu bisa merasakan detak jantungku?? "
" iii..iiyaa Rey.. lalu..???" tanyaku gugup dan seketika mukaku memerah..
saat itu yang kurasakan detak jantung Reyhan yang berdegup kencang dug..dugg..dugg.. Entah seperti aliran listrik detak jantung kupun seketika berdegup kencang, wajahku panas , aku merasakan suara jantungku sendiri..

" seperti inilah detak jantungku saat bersamamu Sina, aku ingin kamu mengetahui perasaanku, aku mencintai kamu sejak kita pertama kali bertemu satu tahun yang lalu saat kita ospek, saat rambutmu dikepang dua, saat kamu menolong teman sebelahmu yang lupa membawa perlengkapan yang harus dibawa dan kamu dengan murah hati memberikannya..lalu kamu dihukum melakukan hal konyol menari didepan kelas saat itu aku masih ingat sekali wajahmu merah merona karena malu, tapi aku menyukainya"

Ooo.. ya Tuhan Reyhan mengatakannya.. dia mengatakannya.. dia menyukainya..dia berkata mencintainya.. seakan seluruh organ dalam tubuhku berkata seperti itu..
Aku hanya tertunduk , wajahku panas, pipiku memerah.. aku malu dengan pernyataannya..
Lalu Reyhan memegang wajahku, dipandanginya wajahku dengan seksama, namun pengartiannya berbeda dengan apa yang kurasakan..
" Sina, apa kamu tidak menyukai perkataanku? apa kamu merasa kecewa dengan penyataanku?? apa kamu membenciku??? " tanya Reyhan nampak sedih

" buu.. bukann begitu rey.. aku tidak membencimu.. aa.. akuu.. juga suu.. " mulutku terkunci kembali, pita suarapun enggan berkerja sama.. aku benci ini.. mengapa aku tidak punya cukup keberanian untuk mengungkapannya..

" ya sudah tidak apa-apa, aku tidak butuh jawabanmu.. aku bisa merasakannya dari raut wajahmu.." jawab rey menenangkanku dan seakan mengetahui segala perkataan yang ingin ku ungkapkan padanya..
tiba-tiba rey menarik tubuhku, memelukku dan mengecup keningku kemudian berkata " aku sangat mencintaimu"..
kata-kata itu kembali muncul dari bibir tipisnya, wajahku kembali merona.. kali ini merah sekali, hingga ketelinga.. aku sangat malu..


Seminggu setelah kejadian pernyataan yang membuat nafsu makanku berkurang itu dia kembali mengajakku untuk jalan-jalan, kali ini kami menghabiskan waktu kami seharian, dan kau meberikan ku boneka bear lucu ini aku sangat menyukainya..



Hari inipun aku bertekat untuk mengungkapkannya kalau aku juga menyukai dan mencintaimu, hingga saat kau mengantarku pulang aku masih terdiam didalam mobilmu, kau pun berkata " Sina sudah sampai , aku mencintaimu " kata- kata itu kembali keluar dari mulutmu.

" aaku.. juu.. juugaa.. mmm.." sekali lagi ku akui kali ini aku memang sangat kikuk, mulutku kembali terkunci seperti dilem dengan lem super rekat.

" sudah.. tak apa sina, jangan dipaksakan, aku tau maksud kamu kok, masuk gih, sudah larut " jawab reyhan menenangkan dan mencium keningku

Hari berganti hari dan.. bulan berganti bulan.. sudah 6 bulan kami menjalani hubungan percintaan ini, selama itu juga aku belum berani menyatakan perasaanku pada Reyhan, sungguh aku ini bodoh atau terlalu naif.. akupun tidak mengerti..
Pertengkaran- pertengkaran kecilpun sering menghampiri kami, dari mulai hal yang tidak penting, cemburu dan salah paham, namun dalam hal ini Reyhan yang selalu mengalah.. meminta maaf padaku sambil membawakan boneka bear untukku.. Kau tau Reyhan, kaulah orang yang membuatku menjadi tergila - gila dengan berbagai macam boneka bear.. aku menjadi sangat menyukainya, begitu juga dirimu.. aku sangat menyukaimu namun aku tak mampu mengungkapkannya..



Hari ini kami melihat di majalah dinding sekolah Universitas ternama di Jepang membuka beasiswa.. aku senang sekali, begitupun Reyhan.. ini merupakan cita-cita kami.. Kuliah di Jepang..
sejak saat itu kami selalu belajar dengan serius, waktu kencan kamipun kami korbankan untuk belajar demi mengejar cita-cita indah kami..
Jepang,kuliah, bunga sakura, festival, selalu itu yang ku pikirkan, bahkan aku terkadang suka berangan- angan akan menikah dengan Reyhan di Jepang.. jika membayangkan itu muka ku selalu saja merah merona..
"aku sangat menyukainya.. sangat.. kamu dengar itukan bear.." ucapku pada boneka kesayanganku



Suatu hari dihari yang cerah namun tidak dengan hatiku, perasaanku tidak karuan, aku menelpon Reyhan diapun merasakan hal yang sama.. bosan.. mungkin itu jawabannya , maklum saja sudah 3 bulan ini kami belajar dengan serius, hingga mengorbankan waktu kencan kami, akhirnya kami memutuskan untuk jalan- jalan.. namun aku hari ini tetap tidak bersemangat, tapi aku rindu dengannya, rindu jalan berdua dengan Reyhan, kemudian dia pun menjemputku dengan mobilnya..
Kami memutuskan untuk piknik disuatu taman, sebelum berangkat dia mencium keningku dan berkata " aku rindu kamu sina.." dug..dug.. dug.. jantungku berdegup kencang, mukaku memerah.. aku terdiam..

lalu dia berkata " wajahmu lucu sekali sina, seperti kepiting rebus.. hhahhaha" ledeknya padaku..
aku hanya tersenyum masam melihatnya..kamipun memulai perjalanan kami.. dimobil  cerita canda tawa selalu diungkapkanya.. Reyhan selalu tau apa yang paling membuatku bahagia, aku tambah mencintainya..

" kamu suka boneka bear yang itu ya?? " sambil menujuk kearah boneka bear yang kupeluk..

" iya, karna ini kan dari Reyhan, pertama kali reyhan memberikan aku yang ini kan.. aku sangat menyukainya " jawabku semangat

" kalau orangnya?? " tanya reyhan melirik aku..
aku hanya melirik dengan malu-malu penuh arti..

Tiba-tiba perasaan aneh menyelimutiku, entah mengapa rasanya sakit didada ini.. aku terdiam.. Awan mendung pun juga menyelimuti daerah itu.. disusul dengan hujan yang amat lebat.. tak lama kemudian dari arah berlawanan sebuah truk tergelincir hingga terhempas menabrak mobil kami..




Aku tak tau berapa lama aku pingsan, aku terbangun.. entah apa yang terjadi aku berada diluar mobil mungkin aku terlempar keluar. Aku berdiri melihat sekeliling, tidak ada siapa-sia.. hanya ada aku, truk dan.... ya ampun mobil yang aku dan reyhan tumpangi terbalik dan menyemburkan api, dengan sempoyongan aku berjalan menuju mobil tersebut..

" Reyhan...!!!! " teriakku panik..

aku panik melihat reyhan yang terlempar sangat jauh dari mobil. Kepala Reyhan berlumuran banyak darah aku membangunkannya, menyebut namanya.. Dia sekarat, nafasnya pelan namun dalam sekali.. kutaruh kepalanya dipangkuanku..

" Sina pergilah cari bantuan"
aku tidak menghiraukannya, aku masih sibuk menghentikan pendarahan dikepalanya. lalu dia setengah berteriak..

" sudah Sina cukup.. pergilah cari bantuan.. aku tak apa asal kamu selamat.."

" tidaaaakkk... aku tidak mungkin meninggalkan kamu sendiri.."

" Sina dengar, aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu.. jangan biarkan aku bersedih dengan sedihmu itu, apa kamu mencintaiku sedalam aku mencintaimu?? "

suaranya mulai melemah, tangannya gemetaran.. aku takut sekali saat itu..
" yaa.. aku mencintaimu.. Reyhan.. aku sangat mencintaimu.. aku mencintaimu hingga sesak nafasku bila tak ada kabar darimu.. jangan tinggalkan aku.. aku sangat mencintaimu..

" kalau kamu mencintaiku, jangan biarkan dirimu bersedih, kalau kamu mencintaiku, kelak kamu harus bahagia.. bahagia tanpaku, bahagia dengan orang yang nanti kau cintai.. kau pasti akan bahagia Sina sayang "

" aku tak mengerti kau bicara apa.. kebahagiaanku sudah jelas kamu.. "
Dengan tenaga yang terisia tangan Reyhan menarik kepalaku bibirnya menyentuh keningku.. kali ini cukup lama.. hingga aku merasakan betapa tulusnya cinta Reyhan kepadaku.. tak lama kemudian tangannya lemas , matanya terpejam.. aku masih tak percaya..

" tiidaaaaakkkkk... Reyhan bangunlah, aku akan mencari bantuan, aku akan selalu bahagia, aku tidak akan egois lagi, bangunlah Rey.. ingatkah tentang janji kita, Jepang,kuliah disana,melihat bunga sakura dan pergi ke berbagai Festival?? bangun Reyhan.."
sia-sia.. perbuatanku membujunkya untuk membangunkannya tiada hasil..




Kini tiga tahun telah berlalu.. Aku Sina, kini menjadi mahasiswa diuniversitas terkenal di Jepang, dan kini tepat pula hari disaat kau menyatakan pernyataan cintamu itu..
Aku yang bodoh mengungkapkan pernyataan cinta dengan lancar disaat menjelang kematianmu, aku yang egois tanpa pernah mengucapkan kata maaf ketika bersalah padamu.



Andai aku tidak menelponmu, andi kita tidak piknik, andai kita tidak mengorbankan kencan kita untuk belajar, dan andai aku bisa mengungkapkan perasaanku saat kau mengungkapkan cinta padaku.. semua kini hanya berandai- andai.. Itukah takdir Tuhan, Hikmah tersembunyi apa yang akan terjadi aku tak tau itu..



Katamu aku akan bahagia? kenyataannya tak ada seorangpun yang bisa menerima aku, mereka membenciku karna aku belum mampu melupakanmu..
Kelak aku ingin didampingi pasangan hidup yang mampu menerima kekuranganku, menerima kenyataan bahwa aku tidak pernah melupakanmu karna kamu adalah bagian dari hidupku, bagian dari masa laluku yang tak mungkin kulupakan.. dan juga dia harus menerima boneka bear ini.. boneka yang sangat ku sukai dan kucintai.. dan karna kamu yang memberikannya Reyhan.





THE END


Baca Lanjutannya ahh.. »»  

Rabu, 04 Juli 2012

Bersabarlah wahai adamku



Jangan pernah lelah untuk berdoa
Jangan pernah  jenuh untuk menunggu
Jangan pernah bosan untuk meminta..
Ku mohon tetaplah seperti itu..
Karna akupun tak pernah lelah menunggu takdir-Nya

Janganlah kau mengingkari-Nya
Janganlah kau mendustai-Nya
Jangan pula kau kecewa pada-Nya
Karna Dia sedang menguji dirimu dan diriku..

Percayalah pada rencana-Nya..
Percayalah pada takdir-Nya..
Yakinlah semua akan indah pada waktunya
akupun juga begitu selalu yakin dan percaya pada-Nya

Bersabarlah.. wahai adamku..
Jika kita memang ditakdirkan bersama,
Dia akan memberikan waktu yang tepat dan jalan yang terbaik
Suatu hari nanti ditempat yang terindah.. Aamiin..

Baca Lanjutannya ahh.. »»  

Minggu, 03 Juni 2012

Water Bear hewan tahan radiasi



Tardigrade atau sering disebut dengan Water Bear (beruang air) atau disebut juga Moss Piglet (babi lumut), merpakan bagian dari supefilum Ecdysozoa, filum Tardigrada.
Memiliki ukuran sangat kecil, hidup di air , dan memiliki kaki berjumlah delapan.

Water Bear pertama kali dideskripsikan oleh Eprhaim Goeze pada tahun 1773, sedangkan nama Tardigrada yang artinya "pejalan lambat" diberikan oleh Lazzaro Spallanzani (yaitu seorang Pastor Itali yang sekaligus merangkap sebagai ilmuwan dalam bidang hewan) pada tahun 1777.

Water Bear bisa anda jumpai disemua belahan dunia, mulai dari puncak Himalaya hingga didasar Samudra, dan dari Kutub hingga dibagian ekuator. (tapi kok ga keliatan ya??) ya jelas lah ga keliatan, ukuran paling besar aja 1,5 milimeter dan paling kecilnya 0,1 milimeter, sedangkan ukuran larvanya hanya sebesar 0,05 milimeter (kalo mau ngeliatnya pake kaca pembesar aja hehehe..)

Perlu diketahui Water Bear memiliki kemampuan beradaptasi dilingkungan sangat ekstrim. Water Bear mampu bertahan dilingkungan dingin dengan suhu 0 derajat celcius hingga ditempat yang bersuhu tinggi yaitu 151 derajat celcius (berarti kalo digoreng ga bisa dong yah -_-").
Mereka juga dapat menahan tekanan yang sangat rendah dari sebuah vakum dan juga tekanan yang sangat tinggi yaitu 6000 kali tekanan atmosfer.
Dan yang paling mengaggumkan adalah water bear dapat bertahan terhadap radiasi dosis mematikan 5000 Gy (gamma-ray) dan 6.200 Gy (ion berat) dimana (5 hingga 10 Gy dapat berakibat fatal pada manusia). Nahh, oleh karena itu Water Bear dikenal sebagai hewan yang polyextremophiles.
Dengan kemampuan tersebut, water bear merupakan makhluk hidup yang dapat bertahan bila terjadi perang nuklir atau bencana alam lain yang ekstrim. Bahkan dapat hidup selama 120 tahun dalam kondisi kering.

Kemampuan menakjubkan lainnya adalah dapat bertahan diluar angkasa yang hampa udara. (woooowww amazing..). Pada penelitian di bulan September 2007, water bear dapat hidup selama 10 hari di lingkungan luar angkasa. Water bear dikirimkan keluar angkasa dengan menggunakan pesawat luar angkasa FOTON-M3 oleh European Space Agency dan dapat hidup dalam keadaan hampa udara, terpapar sinar kosmik dan bahkan dapat bertahan terhadap radiasi UV matahari 1000 kali lebih tinggi dibandingkan radiasi dipermukaan bumi.

Subhannallah banget ciptaan Allah yang satu ini yah :)
semoga bermanfaat yah..

sumber : berbagai sumber
Baca Lanjutannya ahh.. »»  

Kamis, 31 Mei 2012

Asal Usul "Pempek" makanan khas Palembang





Assalamu'alaikum :)
Siapa sih yang nggak tau "Pempek" ??
Pasti hampir seluruh masyarakat dinusantara tau makanan lezat nan gurih yang terbuat dari sagu dan ikan, serta ditambah saus atau sering disebut dengan "cuko" yang rasanya asam-asam pedas yang terbuat dari gula merah, cabai, asam jawa atau cuka , bawang putih dan garam ini menghasilkan saus yang berwarna hitam kecoklat-coklatan sehingga menambah daya tarik untuk menyantap makanan khas dari Palembang ini (huuaaahhhh.. jadi ngiler sslluurrpphh :p)


Jenis pempek pun banyak sekali macamnya misalnya pempek kapal selam (mungkin secara abstrak terlihat seperti kapal yang terbalik kali yahh :p), pempek lenjer, pempek ada'an (bentuknya bulat-bulat),pempek panggang, pempek kulit ikan (pastinya terbuat dari kulit ikan yahh.. ga mungkin kan dari kulit sapi -_-"), pempek kriting (bentuknya kriwel-keriwel gitu deh), dan ada juga pempek pistel (isinya itu irisan pepaya muda yang sudah direbus dan diberi bumbu, maknyusss... :p)





pempek kapal selam



pempek lenjer



pempek ada'an



pempek panggang



pempek kult ikan



pempek keriting


pempek kates (pistel)


Nahhhhhhh, menurut sejarah pempek telah ada sejak setelah masuknya perantau Cina ke Palembang, sekitar abad ke-16 (waahhh udah lama bangettt.. yahh..)
Konon warga etnik Tionghoa yang bernama "Sipek" ini mencari nafkah di kota Palembang dengan cara berdagang berkeliling -keliling menju@al makanan yang terbuat dari sagu dan ikan ini. Makanan ini pun laris dan sangat disukai masyarakat sekitar, namun makanan tersebuat belum memiliki nama.
Karna tidak mempunyai nama orang- orang disana kalau mau membelinya selalu menyebut nama sipenjualnya " Pek.. pek.. sipek.. beli... " namun lama - kelamaan pengucapannya berubah "Pempek " atau " empek- empek"


Nahhh.. gimana?? udah taukan sekarang sejarah nama pempek. selain rasanya yang lezat,gurih dan nampol ini tersimpan asal mula yang unik pula yah :)
semoga bermanfaat :)


Wassalammualaikum..
Misto
Baca Lanjutannya ahh.. »»  

Rabu, 30 Mei 2012

Someone


Hei.. tampan siapa gerangan dirimu ?
Tak pernah lepas dibenakku
Selalu muncul disaat tak terduga
Membuat bimbang hati ini..

Ku lirik setiap jengkal dalam ingatanku
Semakin nyata wujudmu
Hei, kau lelaki pujaan hati
Ijinkanku mengenalmu lebih dalam lagi

Sungguhku terpesona padamu
Senyummu laksana mentari melenyapkan kegelapan
Tingkahmu bagaikan pelangi dimusim semi
Begitu sempurnanya kau diciptakan :)
Baca Lanjutannya ahh.. »»  

Jumat, 25 Mei 2012

Terima kasih masa laluku





Terima kasih wahai engkau yang dulu telah mengisi hati ini
Aku bersyukur mengenalmu..
Aku bersyukur pernah mencintaimu, menyayangimu, mengasihimu..
Dan aku bersyukur pernah bersamamu selama itu..


Terima kasih wahai engkau yang dulu telah membutakan cintaku
Aku bersyukur kau menghilang dariku..
Aku bersyukur kau mengkhianatiku..
Dan aku bersyukur kau tak memperdulikan aku lagi..


Ya.. sekali lagi terima kasih wahai engkau yang pernah membuatku menangis
Karna berkatmu aku pernah kecewa dan kehilangan arah..
Karna berkatmu aku pernah terlalu meratapi kesedihanku..
Dan..karna berkatmu pula aku mengetahui cinta abadi yang sebenarnya..


Taukah wahai kau yang dulu segalanya untukku..
Dialah yang paling setia padaku..
Cinta-Nya tak pantas dibandingkan denganmu..
Cinta-Nya abadi tak pernah memandang kekuranganku..


Wahai engkau kekasihku yang dulu
Taukah kau siapa Dia?
Dia adalah Dzat yang abadi..
Dia adalah ALLAH.. :)


Dia-lah yang memberiku kekuatan..
Dia-lah yang tetap mencurahkan kasih sayangnya
Dan hanya Dia-lah tetap memperdulikan aku
Meskipun dulu aku sangat mengecewakan-Nya dan tidak memperdulikan-Nya





Baca Lanjutannya ahh.. »»  

Selasa, 22 Mei 2012

Dia dan kau

Hadirmu dimimpiku tak membuatku ragu..
kenangan yang mencoba merasukiku tak membuatku goyah
kerinduan yang menggoda tak ku hiraukan
kegagahanmu akupun tak tertarik


Cintaku kini telah berpaling pada Ilahi
karna hanya cinta-Nya yang pasti..
percuma kau meminta hati
karna aku tak peduli


Mintalah hati ini jika kau berani
bujuklah Dia agar mau memberi hati ini
jika Dia memberikannya aku akan memberi
jika Dia tidak memberikannya akupun tak akan memberi

Baca Lanjutannya ahh.. »»  

Senin, 21 Mei 2012

Napas bau bawang??? atasi dengan susu

Assalamu'alaikum :)


hari ini misto (my story) mau berbagi tips nih sama kalian
monggo dibaca yah, semoga bermanfaat buat kalian..


hmmm... kalian pasti tau kan bawang putih.. bahan yang biasa digunakan sebagai bumbu penyedap rasa pada masakan ini terkadang bila dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan bau mulut yang amat sangat menyengat (lebay dikit ah :p) hal ini disebabkan karena kandungan sulfur pada bawang putih cukup tinggi.

Baca Lanjutannya ahh.. »»  

Minggu, 20 Mei 2012

Teruntuk kamu yang dilanda sedih karna putus cinta (Renungan)





Assalamu'alaikum..


haii.. salam kenal dari misto :)
Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya yah aamiin..
hari ini misto mau curhat-curhat gitu deh sekalian berbagi kisah sama kalian semua.. hehehe.. :)
hmmm.. sekalian juga buat pembelajaran dan jadi bahan renungan kalian dan juga aku tentunya..
okehh ga usah banyak basa - basi yahh..cekidot..


Heiii kamu yang sedang dilanda kesedihan..
Yak kamu... kenapa kamu bersedih?? apa yang kamu sedihkan???
Putus cinta?? yah memang sakit rasanya, ga usah ditanya lagi yah (soalnya aku juga pernah merasakannya :p)
memang sakit, membuat tidur tak nyenyak, membuat makan pun tak enak (lohh?? kok kayak lagu armada yang sering aku nyanyiin itu yah hihii :p)
Kalo dipikir-pikir sekali lagi kenapa sedih karna putus cinta??
"yah karna gw masih sayanglah sama dia..." (oke beeeener banget)
"karna gw udah ngejalanin hubungan ini lebih dari 3 tahun" (weleehh udah serius banget yah..)
"karna begitu banyak kenangan yang kami lalui" (yahh.. memang sulit melupakannya karna setiap pikiran kita selalu terbayang oleh kenangan-kenangan itu huhuhu...)


Kalo dipikir-pikir lagi nih yah , buat apa yah bersedih-sedih ria dan menangis-nangis bawang bombay.. 
toh kalau nangis dia juga ga tau (ya iyalah orang nangisnya dibalik pohon toge :p), inilah salah satu kebodohan aku dulu.. menangis hingga kurang tidur dan mata bengkak seperti abis ditonjok.. Terus aku berfikir lagi biar mataku bengkak seperti disengat tawon apa dia akan peduli?? apa dia akan kembali padaku?? yang ada malah ilfill iyah tuh orang..


Coba kita pikir lagi.. apa yang kita lupakan??? ayooo apa???? cobaa tebak dulu dong :p....
"heemmmm apa yahh??? ga tau ah, orang lagi sedih ditanya-tanya" (oo iya aku lupa maaf yahh.. :p)
kita melupakan PENCIPTA kita..
Yaaa... Dia yang menciptakan kita.. kita terlalu terlarut dalam kesedihan hingga lupa dengan-Nya.
Padahal Dia yang menciptakan kita kenapa kita lupa pada-Nya??
Padahal dengan cinta-Nya kita bisa seperti sekarang ini, kita dapat berjalan, mengirup udara, bisa makan-makan yang kita sukai ,termasuk merasakan cinta dengan makhluk yang diciptakan-Nya.


Tapi kita tidak sadar itu, (yahh aku dulu ga sadar, maafin aku ya Allah :(..) padahal cinta kasih-Nya selalu bersama kita, sekalipun kita melupakannya, " apa buktinya??" buktinya hari ini kamu masih bisa bernafas kan?? masih bisa makan kan?? masih bisa jalan-jalan kan?? masih bisa melakukan aktifitas seperti biasa kan??
coba kalo Allah ga sayang sama kita ngapain Dia masih peduli sama kita?? nyatanya Dia tidak menelantarkan kita kan?? 
"iyaa sih, tapi kenapa Allah memberikan rasa sedih ini juga yah? :( "
sedih??? ahhahahahaa...... siapa yang memberikan kesedihan Allah atau kamu sendiri??
Kamu yang terlalu larut dalam kesedihan itu bukan Allah yang memberikannya
Kamu yang membiarkan kesedihan itu berjalan-jalan difikiran dan hati kamu (yah aku juga seperti itu dulu, berfikir semua hingga si kesedihan asyik berjalan keseluruh ruang fikiran dan hatiku )
Tapi aku sadar.. buat apa itu semua??? toh cinta yang abadi hanya pada Allah dan untuk Allah..
Aku jadi inget perkataan seseorang " kalo kamu mau mendapatkan cinta dari makhluk ciptaan-Nya maka dekati dulu Allah karena dia mak combalng kita :) "
kalo difikir - fikir ada bnernya juga sih hihihihi.. 


gimana?? masih sedih gak?? (kalo aku sih udah nggak hihihii :p)
dulu aku memang terlalu dibutakan oleh cinta, hingga aku lupa dengan penciptaku, dan aku lupa akan cinta dan kasih sayang-Nya yang Dia berikan melebihi apapun padaku :(
dan aku sadar semua kesedihan itu ga ada gunanya malah membuat susah aku hehehe :)


udah dulu yah curhat-curhatannya pegel nih tangan zie hihihihhi...
semoga bermanfaat ya buat kalian semua hihihii... doa dari aku semoga kalian cepat melupakannya :)


Wassalammualaikum :)


My Story (MISTO) :)







Baca Lanjutannya ahh.. »»  

Sabtu, 19 Mei 2012

Teruntuk Kamu Masa Laluku :)





Ijinkan ku ungkapkan sekali lagi
Perasaan yang tak dapat ku ungkapkan dengan kata - kata
Perasaan yang hanya dapat ku ungkapkan dalam diam
Sungguh aku mencintaimu


Tiada maksud kumenyakitimu..
Sungguh perasaan ini tulus dan utuh untukmu..


Ijinkan aku ungkapkan sekali lagi..
Ini akan menjadi yang terakhir
biarkan kusimpan semua
biarkan kau yang melupakan semua


Maaf bila mengusikmu..
Maaf bila menyakitimu..
Pergilah mencari pelabuhan cintamu yang baru
Aku ikhlas, bila itu yang terbaik untukmu..



Baca Lanjutannya ahh.. »»  

Belum Ada Judul Chap 2

Dina mengajakku jalan ke sebuah mall tidak jauh dari rumah sakit itu.
satu jam aku diajaknya mengelilingi mall dari lantai dasar hingga ke lantai atas dan kembali lagi ke lantai dasar.


" haduhh din.. kita mau ngapain sih muter-muter ga jelas kayak gini!! ga pegel apa kaki lo??" clotehku kesal


" nggak ngapa-ngapain sih zi.. kan mau cuci mata aja sambil nunggu Rivan istirahat hehe.." ucapnya enteng


" whaattt??? cuci mata?? cuci aja sana pake sabun colek, udah yuk balik lagi ke rs keram nih kaki gw "


" Ahh lo mah keram dibuat-buat bilang aja mau cepet-cepet ketemu rivan kan?? " tuduhnya padaku


" beneran tau!! tapi yaaa.. itu juga sih hehehe.. " ucapku sambil melet-melet (hehe..)


" yaudah deh kita ke rs aja bentar lagi rivan juga istirahat "




*        *        *

Aku terduduk diruang tunggu rs sambil memijat - mijat kakiku.. tiba- tiba telpon ku berdering


" Hallo?? iya bunda.. aku lagi nemenin dina ke rs bun.. ada apa?" jawabku


" kamu bisa pulang sekarang gak nak.. ayah jantungnya kumat lagi!! " jawab bunda dengan panik


" hah?? iya bunda aku pulang sekarang!!" jawabku dengan panik pula


" kenapa lo zi???" tanya dina


" bokap gw penyakit jantungnya kumat lagi din, gw balik duluan gpp kan?? "


" ya ampuun.. iya gpp , apa mau gw anterin?? "


" ga usah din gw balik sendiri aja " jawabku sambil berjalan keluar rumah sakit.


*         *         *


Aku berlari memasuki rumah.. pikiranku kalut setelah melihat ayah yang ku sayangi terkapar tak berdayadiranjangnya  karna jantungnya kumat. terlebih kulihat bunda terduduk menangis disampingnya, tak kuasa ku menahan air mata ini.


" bunda.. kenapa penyakit ayah kambuh lagi? " tanyaku lirih


" tadi ada beberapa orang dari perusahaan kesini, mereka menarik semua bagian saham mereka " jawab bunda sambil terisak -isak


Aku hanya terdiam berdiri disamping bunda.. kutatap keadaan ayah sungguh kesedihanku makin bertambah.. terlebih aku mengingat semua perkataan ayah sebulan yang lalu bahwa perusahan ayah terancam kebangkrutan..
Selama sebulan ini ayah telah berusaha memperjuangkan perusahannya dan dengan egoisnya aku malah tidak memperdulikan ayah. Oh ayah maafkan aku, bukannya aku tidak memperdulikan keadaanmu sungguh aku bingung harus berbuat apa.


Aku berjalan menuju kamarku, sedih memikirkan keadaan keluargaku sekarang.Kubaringkan tubuhku,kututupi kepalaku dengan bantal, berharap semua ini hanya ilusi belaka. Namun kenyatan tetaplah kenyataan, begitu banyak fikiran dalam otakku hingga aku hanya bisa bertanya-tanya dan menyalahkan Tuhan.


Mengapa ini terjadi?
Tuhan mengapa Kau berikan cobaan ini?
mengapa Kau berikan sakit kepada Ayahku?
mengapa Perusahaan ayah bangkrut?
Apa salah ku Tuhan?
bukankah kami selalu beribadah pada-Mu??
kami tidak pernah lupa pada-Mu..




Akupun terlelap larut dalam kesedihan. Jam menunjukan pukul 7 malam, bunda membangunkanku, menyuruhku untuk makan malam. Aku menuruni tangga dengan lesu, rasanya malas menjalani hari- hari ku yang sekarang ini.


" kamu makan dulu nak, pucat sekali kamu hari ini. Apa kamu sakit? " tanya bunda sedikit panik


" Nggak bunda, aku baik- baik aja kok, gimana keadaan ayah bun? " jawabku lesu


" Alhamdulillah sudah mendingan nak " jawab ayah menuju ruang makan


" Ayah... kok ayah keluar dari kamar sih?? ayah kan masih sakit " kata bunda penuh dengan perhatian


" Kalo ayah terus diam dikamar yang ada malah tambah sakit, bunda sayang, bunda istirahat aja, dari siang tadi bunda kan jaga ayah terus pasti lelahkan?" jawab ayah dengan penuh cinta kepada bunda


" Tidak ayah, itukan memang sudah kewajiban bunda sebaai istri" jawab bunda malu-malu


Aku hanya tersenyum melihat ayah dan bunda dengan harmonisnya saling memperhatikan satu sama lain. Ucapan ayah yang penuh cinta kepada bunda dan perhatian cinta bunda kepada ayah, sungguh seperti semua masalah yang ada pada keluarga kami lenyap seketika.


" ayo.. ayoo.. makan yukk udah laper ni ezi " jawabku dengan penuh semangat


" oohh iya ayokk.. bunda hari ini masak makanan kesukaan Ezi loh! udang tempura " sahut bunda tak kalah semangat


" kalo ayah dimasakin apa bun??" jawabnya meledeng dengan penuh keirian


" kalo ayah, makan ini aja yah, kan masih sakit" jawab bunda kembali sambil menyodorkan makanan kepiring ayah


" loh kok cuma sayur sop sama tempe goreng sih bunda :( " jawab ayah sambil manyun


" ayah kan lagi sakit makannya harus dijaga, sini biar lebih enak bunda suapin " kata bunda sambil menyuapi ayah


" ihhhh.. curang masa ayah doang sih bunda yang disuapin aku kan juga mau " jawabku manyun


" kamu ini iri aja sini bunda suapin juga " jawab bunda penuh perhatian


Keharmonisan seperti inilah yang mampu menghilangkan semua kesengsaraan yang ku hadapi saat ini.
Aku mengerti sekarang, Ya Tuhan maafkan aku, aku tlah berprasangka buruk pada-Mu..
Kau memang menciptakan susah, kesulitan dan  duka pada kami namun Kau juga menciptakan penawarnya yaitu keharmonisan , Kebersamaan dan Cinta pada kami..
Maafkan aku Ya Tuhan sungguh aku baru mengerti apa arti semua ini.




T B C
Baca Lanjutannya ahh.. »»  

Jumat, 18 Mei 2012

Apakah Ini Cinta?





Hati ini terpaut melihat dia berjalan laksana pangeran berkuda putih
Takjub ku akan sorot ketajaman matanya
Keimanannya pada-Mu membuatku terenyuh..
Ya Allah... begitu sempurna Kau menciptakannya..
Hingga tak terlihat sekecil zara pun kekurangannya..


Ya Allah.. disebut apakah perasaan ini..
sungguh aku terpesona akan ciptaan-Mu itu..


Cinta ya.. pantaskah perasaan ini ku sebut cinta?
Sungguh aku tak tahu apa perasaan ini..
Ya Allah jika memang perasaan ini cinta..
Jangan biarkan cinta ini merasuki seluruh ruh ku..
Jangan biarkan cinta ini meracuni fikiranku..
Dan jangan biarkan cinta ini menutupi keimananku pada-Mu
Sungguh, cukupkanlah agar aku mengaguminya..
Ya Allah.. Sesungguhnya aku lebih mencintai-Mu, penciptaku
Sungguh Engkau maha sempurna dari segalanya..
Kaulah yang berhak atas semua takdirku..
Baca Lanjutannya ahh.. »»  

Perjuangan Cinta Seorang Istri



PS : 
Buat kalian para Suami, para Istri maupun para calon suami istri, perlu kalian tau bahwa ini adalah satu kisah 'tragis' dalam kehidupan berumah-tangga. Saya yakin kalian nanti pasti akan menyesal dan terpaksa membaca ulang dari awal jika melewatkan satu kalimat saja dalam kisah yg saya tulis ini. Semuanya berawal dari sebuah rumah mewah di pinggiran desa, yg mana hiduplah disana sepasang suami istri, sebut saja Pak Andre dan Bu Rina. 
Pak Andre adalah anak tunggal keturunan orang terpandang di desa itu, sedangkan Bu Rina adalah anak orang biasa. Namun demikian kedua orang tua Pak Andre, sangat menyayangi menantu satu-satunya itu. Karena selain rajin, patuh dan taat beribadah, Bu Rina juga sudah tidak punya saudara dan orang tua lagi. Mereka semua menjadi salah satu korban gempa beberapa tahun yg lalu. Sekilas orang memandang, mereka adalah pasangan yg sangat harmonis. Para tetangganya pun tahu bagaimana mereka dulu merintis usaha dari kecil untuk mencapai kehidupan mapan seperti sekarang ini. Sayangnya, pasangan itu belum lengkap. 
Dalam kurun waktu sepuluh tahun usia pernikahannya, mereka belum juga dikaruniai seorang anakpun. Akibatnya Pak Andre putus asa hingga walau masih sangat cinta, dia berniat untuk menceraikan sang istri, yg dianggabnya tidak mampu memberikan keturunan sebagai penerus generasi. Setelah melalui perdebatan sengit, dengan sangat sedih dan duka yg mendalam, akhirnya Bu Rina pun menyerah pada keputusan suaminya untuk tetap bercerai. Sambil menahan perasaan yg tidak menentu, suami istri itupun menyampaikan rencana perceraian tersebut kepada orang tuanya. Orang tuanya pun menentang keras, sangat tidak setuju, tapi tampaknya keputusan Pak Andre sudah bulat. Dia tetap akan menceraikan Bu Rina. Setelah berdebat cukup lama dan alot, akhirnya dengan berat hati kedua orang tua itu menyetujui perceraian tersebut dengan satu syarat, yaitu agar perceraian itu juga diselenggarakan dalam sebuah pesta yg sama besar seperti besarnya pesta saat mereka menikah dulu. 
Karena tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, maka persyaratan itu pun disetujui. Beberapa hari kemudian, pesta diselenggarakan. Saya berani sumpah bahwa itu adalah sebuah pesta yg sangat tidak membahagiakan bagi siapapun yg hadir. Pak Andre nampak tertekan, stres dan terus menenggak minuman beralkohol sampai mabuk dan sempoyongan. Sementara Bu Rina tampak terus melamun dan sesekali mengusap air mata nelangsa di pipinya. 
Di sela mabuknya itu tiba-tiba Pak Andre berdiri tegap dan berkata lantang, "Istriku, saat kamu pergi nanti... ambil saja dan bawalah serta semua barang berharga atau apapun itu yg kamu suka dan kamu sayangi selama ini..!" Setelah berkata demikian, tak lama kemudian ia semakin mabuk dan akhirnya tak sadarkan diri. Keesokan harinya, seusai pesta, Pak Andre terbangun dengan kepala yg masih berdenyut-denyut berat. Dia merasa asing dengan keadaan disekelilingnya, tak banyak yg dikenalnya kecuali satu. Rina istrinya, yg masih sangat ia cintai, sosok yg selama bertahun-tahun ini menemani hidupnya. 
Maka, dia pun lalu bertanya, "Ada dimakah aku..? Sepertinya ini bukan kamar kita..? Apakah aku masih mabuk dan bermimpi..? Tolong jelaskan..." Bu Rina pun lalu menatap suaminya penuh cinta, dan dengan mata berkaca dia menjawab, "Suamiku... ini dirumah peninggalan orang tuaku, dan mereka itu para tetangga. Kemaren kamu bilang di depan semua orang bahwa aku boleh membawa apa saja yg aku mau dan aku sayangi. Dan perlu kamu tahu, di dunia ini tidak ada satu barangpun yg berharga dan aku cintai dengan sepenuh hati kecuali kamu. Karena itulah kamu sekarang kubawa serta kemanapun aku pergi. Ingat, kamu sudah berjanji dalam pesta itu..!" Dengan perasaan terkejut setelah tertegun sejenak dan sesaat tersadar, Pak Andre pun lalu bangun dan kemudian memeluk istrinya erat dan cukup lama sambil terdiam. Bu Rina pun hanya bisa pasrah tanpa mampu membalas pelukannya. Ia biarkan kedua tangannya tetap lemas, lurus sejajar dengan tubuh kurusnya. "Maafkan aku istriku, aku sungguh bodoh dan tidak menyadari bahwa ternyata sebegitu dalamnya cintamu buat aku. Sehingga walau aku telah menyakitimu dan berniat menceraikanmu sekalipun, kamu masih tetap mau membawa serta diriku bersamamu dalam keadaan apapun..." Kedua suami istri itupun akhirnya ikhlas berpelukan dan saling bertangisan melampiaskan penyesalannya masing- masing. Mereka akhirnya mengikat janji (lagi) berdua untuk tetap saling mencintai hingga ajal memisahkannya. 
Yup... till death do apart..! Subhanallah...
Baca Lanjutannya ahh.. »»  

Pengorbanan Istri (Renungan)




Bacalah semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.

============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= = 
Cinta itu butuh kesabaran…

Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita ???

************ ********* ********* ********* ********* ********* **

Hari itu,,,aku dengan nya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..

Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..

Pernikahan kami sederhana tapi sangat meriah…..

Ia menjadi pria yang sangat romantisan pada waktu itu.

Menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula

Ketika kami pacaran dia sudah sukses dalam karir nya.

Kami berbulan madu di tanah suci,,itu janjinya ketika kami berpacaran

Setelah menikah aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….

Aku sangat bahagia dengan nya,,diya sangat memanjakan aku…. Sangat terlihat rasa cinta dan sayangnya pada ku.

Banyak orang yang bilang,kami pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Aku bahagia menikah dengannya.

************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *******

5 Tahun sudah kami menikah, sangat tak terasa waktu berjalan, walaupun kami hanya berdua saja.

Karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil di tengah keharmonisan rumah tangga kami.

Karena dia anak lelaki satu – satunya dalam keluarga nya,,jadi aku harus berusaha untuk dapat meneruskan generasi nya…

Alhamdulillah suamiku mendukung ku…. Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan NYA.

Tapi keluarga nya mulai resah,, Dari awal kami menikah ibu & adiknya tidak menyukaiku,, aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka,,tapi aku menutupi dari suami ku…..

didepan suami ku,,mereka sangat baik pada ku,,tapi dibelakang suami ku,,aku dihina – hina oleh mereka…

Pernah suatu ketika, 1 tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan,, , mobilnya hancur

Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda.

Ia dirawat dirumah sakit,,pada saat dia belum sadarkan diri,,aku selalu menemaninya siang & malam, kubacakan ayat – ayat suci Al – Qur’an,aku sibuk bolak – balik rumah sakit dan tempat aku melakukan aktivitas sosialku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karean kecelakaan.

Ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami,,aku melihat didalam kamarnya ada ibu, adik – adiknya dan teman – teman suamiku, dan satu lagi aku melilhat seorang wanita yg sangat akrab dengan ibunya. Mereka tertawa menghibur suamiku.

Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar,,tapi aku tak boleh sedih di depannya.

Kubuka pintu yg tertutup rapat itu,sambil mengatakan “Assalammu’alaikum” mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku,,, suamiku menatapku penuh manja,,mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup. Tangannya melambai,,mengisyar atkan aku untuk memegang tangannya yg erat. Setelah aku menghampirinya, ku cium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum” , ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih tapi penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya. Ibu nya lalu berbicara sama aku …

“Fis, kenalakan ini Desi teman Fikri”

Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi, dan diya sangat akrab dengan keluarga suamiku. Dan akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku biacara di dalam ruangan,,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.

Aku sibuk membersihkan & mengobati luka – luka di kepala suamiku,,,baru sebentar aku membersihkan mukanya,,tiba – tiba adik ipar ku yg bernama Dian mengajakku keluar,ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Aku pun menemaninya.

Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata ” lebih baik kau pulang saja ” Ada kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”

Aku pun tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat, karena sikologisnya masih labil,, Aku berdebat dengannya mengapa aku tidak boleh pamitan pada suamiku, tapi tiba – tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia mengatakan hal yg sama, ia akan memberi alsan pada suamiku mengapa aku pulang tak pamitan pada nya, toj suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah suamiku tetap saja membenarkannya, akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata. Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dlm kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.

************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *******

Hari itu, aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi denagn yang lain. Pagi itu, pada saat aku membersihakn pekarang rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami, sambil melihat ikan – ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu. Aku bertanya ” Ada apa kamu memanggil ku ?”

Ia berkata ” Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang ”

Aku menjawab ” Ia sayang aku tahu, aku sudah mengemasi barang – barang kamu di travel bag dan kamu sudah pegang tiket bukan ?”

“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sdh lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku kan pulang dengan mama ku ” Jawab nya tegas

“Mengapa baru bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana ?” tanya ku balik kepada nya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahu rencana kepulanggannya itu, padahal aku bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.

” Mama minta aku yang menemani nya saat pulang nanti ” jawab nya tegas

” Sekarang aku ingin seharian dengan kamu, karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan ?” lanjut nya lagi sambil memeluk ku dan mencium keningku. Hatiku sedih, dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya. Bahagianya aku, dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya. Walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.

Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karena keluarga nya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu pada ku karena suamiku sangat sayang pada ku, aku memutuskan agar ia saja yg pergi, dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami. Karena ini acara sakral bagi keluarganya. Jadi seluruh keluarga nya harus komplit, aku pun tak diperdulikan oleh keluarganya harus datang atau tidak, tidak hadir justru membuat mereka sangat senang, aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.

Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluannya yang akan dibawa ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku lalu aku peluk erat dirinya, hati ini bergumam seakan terjadi sesuatu,,tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.

Aku tidak pernah di tinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama - sama kemana pun ia pergi.

Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian tidak punya teman, hanya pembantu saja teman ngobrolku.

Hati ini sedih akan di tinggal pergi oleh nya.

Sampai keesokan hari nya, aku menangis..menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelpon ku.

************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********

Berjauhan dengan suamiku, sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadi aku tak terlalu kesepian di tinggal pergi ke Sabang. Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami buruk,saat ia di sana aku pun jatuh sakit…rahimku sakit sekali seperti dililit oleh tali,,,tak tahan aku menhan rasa sakit dirahimku ini,sampai – sampai aku mengalami pendarahan,, aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki - lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stdium 3…. Aku menangis,,apa yang bisa aku banggakan lagi,,mertuaku akan semakin menghinaku,, ,suami ku yang malang,,yang berharap akan punya keturunan dari rahimku… Aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan aku hanya memeluk adikku.

Aku kangen pada suamiku, aku menunggu ia pulang,,kapan ia pulang, aku tak tahu..

Sementara suamiku disana,,aku tidak tahu mengapa ia selalu marah – marah jika menelponku,, bagaimana aku akan cerita kondisiku jika ia selalu marah - marah terhadapku,,

Lebih baik aku tutupi dulu,,dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang. Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita pada nya. Setiap hari aku menanti suami ku pulang, hari demi hari aku hitung….

Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto - f oto kami, ponselku berbunyi, menandakan ada sms yang masuk.

Ku buka di inbox ponselku, ternayta dari suamiku yang sms, ia menulis “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulang nya satu hari lagi, aku aku kabarin lagi”.

Hanya itu saja yang diinfokannya, aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba,,aku menantinya di rumah. Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan aku akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir – akhir ini.

Bel pun berbunyi, kubuka kan pintu untuknya ia pun mengucap salam, sebelum masuk aku pegang tangannya ke depan teras, ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan ku cuci kedua kakinya, aku tak mw ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami, setelah itu aku pun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksi nya …

Masya Allah ia tidak mencium keningku, ia langsung naik keatas, ia langsung mandi dan tidur,tanpa bertanya kabarku..

Aku hanya berpikiran, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta. Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangun kannya, aku helus mukanya, aku cium kening nya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.

************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ***

Aku mendengar suara mobinya, aku terbangun lalu aku liat dia dari balkon kamar kami dia bersiap – siap untuk pergi, aku memanggil nya tapi ia tak mendengar, lalu aku langsung ambil jilbabku, aku lari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku, aku mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi,,ada apa dengan suamiku…mengapa ia sangat aneh terhadapku ?

Aku tidak bisa diam begitu saja firasatku ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku, kebetulan Dian yang angkat telpon nya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab “Loe pikir aja sendiri !!!” telpon pun langsung terputus.

Ada apa ini ? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia pulang dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan ku.

Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami, kami berbicara seperlunya saja, aku selalu di introgasinya, aku dari mana dan mengapa pulang terlambat, ia bertanya denagn nada yg keras, suamiku telah berubah.

Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah di tuduh nya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat, sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu yang aku pegang, aku hanya berdo’a agar suamiku sadar akan prilakunya. *******

2 Tahun berlalu, suamiku tak berubah juga, aku menangis tiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja kenal, kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna, walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiapi segala yang ia perlukan. Penyakitku pun masih aku simpan dengan baik dan ia tak pernah bertanya obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.

Bersyukurlah, aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji jadi aku tak perlu repot – repot meminta uang pada nya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.

Sungguh suami yang dulu aku puja, aku banggakan sekarang telah menjadi orang asing, setiap aku tanya ia selalu meyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba – tiba saja malam itu, setelah makan malam selesai, suamiku memanggilku.

“ya ada apa Yah !” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”

“Lusa kita siap – siap ke Sabang ya !” Jawabnya tegas

“Ada apa ?” Mengapa ?” sahutku penuh dengan keheranan

Astaghfirullah. ..suami ku yang dulu lembut menjadi kasar, diya mebentakku,, tak ada lagi diskusi anatara kami.

Dia mengatakan ” Kau ikut saja jgn byk tanya !!! ”

Aku pun lalu mengemasi barang – barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis,sedih karena suamiku yang tak ku kenal lagi.

2 Tahun pacaran, 5 tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buat ku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami sekarang menjadi dingin, sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak tapi aku tak bisa, suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang – barang, dia bilang perbuatan itu menunjukkan ketidakhormatan kedapanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini sendiri. ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *********

Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur, karena terus berpikir. Keluarga besar nya telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik – adiknya, aku tidak tahu ada acara apa ini.. Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun keluar bergabung dengan keluarga besarnya.

Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dlm lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua itu telah ada sebelum suamiku lahir. Tiba – tiba Tante Lia, tante yang sangat baik pada ku memanggil ku untuk segera berkumpul diruang tangah, aku pun ke ruang keluarga yag berada di tengah rumah besar itu, rumah zaman peninggalan belanda diaman langit - langit nya lebih dari 4 meter. aku duduk disamping suamiku, suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya pada nya, tiba – tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya membuka pembicaraan.

“Baiklah,karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha ! ” Nenek nya bicara sangat tegas.. Dengan sorot mata yang tajam. ” Ada apa ya Nek ?” sahutku dengan penuh tanya.. Nenek pun menjawab ” Kau telah gabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda – tanda kehamilan yang sempurna, sebab selama ini kau selalu keguguran !!’

Aku menangis, untuk inikah aku diundang ke mari, untuk dihina atau di pisahkan dengan suamiku.

“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu, sebelum kau menikah dengannya, tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur, dan akhirnya menikahlah ia dengaa kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.

Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya. “Dan aku dengar dari ibu mertua mu kau pun sudah berkenalan dengannya” Neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.

Sedangkan suamikku hanya diam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian.

Nenek nya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari pembicaraannya ialah dengan wajah yang sangat menantang ia berkata ” kau mau nya gimana ? kau di madu atau diceraikan ?”

Masya Allah…… kuat kan hati ini, aku ingin jatuh pingsan, hati ini seakan remuk mendengar nya, hancur hati ku, mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..

Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau kayu tersebut, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.

“Fish, jawab !! ” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab

Aku langsung memegang tangan suamiku, dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas……. .. ” Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami.”

Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cinta ku di bagi, pada saat itu juga suami ku memandangku dengan tetesan air mata, tapi mata ku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka. Aku lalu bertanya kepada suami ku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabat ku dirumah kita nanti Yah ? ”

Suamiku menjawab ” Dia Desi ! ”

Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara ” Kapan pernikahan nya berlangsung ? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek ?”

Ayah mertuaku menjawab “Pernikahannya 2 minggu lagi.”

” Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruh nya mengurus KK kami ke kelurahan besok” setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.

Tak tahan lagi, air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar, aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi,,sakit. ..diiringi akutnya penyakitku. Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini ?

Aku berjalan menuju ke meja rias, ku buka jilbabku, aku bercermin sudah tidak cantikkah aku ini, ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok, ku lihat wajahku,,ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis, kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.

Tiba – tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suami ku datang, ia berdiri dibelakangku, ,tak kuhapus air mata ini aku langsung memandangnya dari cermin meja rias itu.

Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan “terimah kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku, jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti ! iya kan ?”

Suami ku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya knp rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo, dalam hati ku mengapa ia sangat cuek ? ia sudah tak memanjakan ku lagi.. Lalu dia bilang bilang “sudah malam, kita istirahat yuk ” !

“Aku sholat isya dulu baru aku tidur” jawab ku tenaang.

Dalam sholat, dalam tidur aku menangis, ku hitung waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku. Aku tak tahu kalo Desi orang Sabang juga. Sudahlah ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku, diamana rasa sayang dan cintanya itu.

************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ***

Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.

Di laptop aku menulis saat – saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang tidur pulas, apa salahku sampai ia berlaku kejam kepada ku. Aku save di my document yang bertitle “Aku mencintaimu Suamiku ”

Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar, aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, mungkin aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama,, lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.

“Apakah kamu sudah siap ?”

Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :

“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk ke dalam rumah ini, cucilah kaki nya sebagaimana kamu mencuci kaki ku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun - ubunya sebagaimana yang kamu lakukan pada ku dulu lalu setelah itu…..” tak sanggup aku ingin meneruskan pembicaraan ini, aku ingin menagis meledak

Tiba – tiba suamiku menjawab “lalu apa Bunda ?”

Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk,aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar – binar…

“bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan ?” pinta ku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.

Dia mengangguk dan berkata ” Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda ?” sambil ia menghelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sidikit membungkuk karena diya sangat tinggi, aku hanya sedada nya saja.

Dia tersenyum, sambil berkata ” Kita liat saja nanti ya !” dia memelukku dan berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama” lalu ia mencium keningku, aku langsung memeluk nya erat dan berkata ” Ayah, apakah ini akan segera berakhir ? Ayah kemana saja ? Mengapa ayah berubah ? Aku kangen sama ayah ? Aku kangen belaian kasih sayang ayah ? Aku kangen dengan manjanya ayah ? Aku kesepian ayah ? Dan satu hal lagi yang harus ayah tau bahwa aku tidak pernah berzinah ! Dulu waktu awal kita pacaran,aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari.” Bukan bearti aku pernah berzina ayah. Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata ” Aku minta maaf ayah telah membuatmu susah”

Saat itu juga, diangkatnya badanku,ia hanya menangis.

Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba – tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan ku, dan ia bertanya ” bunda baik – baik saja kan” tanya nya dengan penuh khawatir.

“aku pun menjawab, bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik Yah” aku tak bisa bicara sekarang. Karena dia akan menikah. Aku tak mau buat diya khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.

************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *

Setelah tiba dimasjid, ijab qabul pun dimulai. Aku duduk di sebrang suamiku.

Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakn “Ayah Jangan” tapi aku ingat akan kondisi ku.

Jantung ini berdebar kencang, ketika mendengar ijab qabul tersebut. Begitu ijab qabul selesai, aku menarik napas panjang, Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini, ya,,aku kuat.

Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding di pelaminan. Orang – orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku sangat aneh, wajahku yang selalu tersenyum tapi hatiku menangis.

Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja, tak mencuci kaki nya. Aku sangat heran dengan prilaku nya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini ?

Sementara itu Desi sambut hangat di dalam keluarga su …

Sementara itu Desi sambut hangat di dalam keluarga suamiku,tak seperti aku yang di musuhinya.

Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa !! Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tau apa yang mereka lakukan didalam.

1/3 malam, pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah, ku dekati lalu ku lihat…. Masya Allah, suamiku tak tidur dengannya,ia tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus mukanya yang lelah, tiba – tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.

“kamu datang ke sini, aku pun tau ” ia langsung berkata seperti itu, aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail, ia mengatakan “maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang denagn mama,papa Dan juga adik – adikku”

Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah, apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, aku telah meresakan kehadirannya saat ini. Tapi masih bisakah engaku ijinkan aku untuk mersakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini.

Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus ?”

Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.

Aku pun berkata “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi ?”

” Aku kangen sama kamu Bunda ” Aku tak mau menyakitimu lagi, kamu sudah terluka oleh sikapku yang egois” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.

Lalu suamiku berkata, ” Bun, ayah minta maaf telah menelantarkan bunda… Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalo bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti harta ayah, dan satu lagi ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya klo bunda gk mw berbuat seperti itu, dan seperti itu di beri tanda kutip ( “seperti itu” ), ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung, dan ayah berpikir klo bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluar ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda ”

Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan didirinya, hanya karena omongan keluarganya, yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.

Aku hanya menjawab “Aku sudah ceritakan itu kan Yah, akutidak pernah berzinah, dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa kamu, banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu.

Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian di kamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluaraganya juga. Karna aku tak mau mati dalam hati yang penuh denagn rasa benci.

************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *****

Keesokan harinya….. …..

Katika aku ingin bangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali..aku pendarahan.. suamiku kaget…

Suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.

Aku pun dilarikan ke rumah sakit….

Jauh sekali aku mendengar suara zikir suamiku….

Aku merasakan tanganku basah…

Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.

Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan ” Bunda,,Ayah minta maaf ,,,,!!”

Berapa kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hati ku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku.

Aku berkata dengan suara yang lirih ” Yah….Bunda ingin pulang,,bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya Yah….”

“Ayah jangan berubah lagi ya !!! Janji ya Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah ”

Tiba – tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakit nya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi, aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku, kulihat wajahnya yang tampan, linangan air matanya.

Sebelum mata ini tertutup ku lafazkan kalimat syahadat dan ditutup denagn kalimat tahlil.

\\\\\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\

Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku

Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka,,

Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacran samapai kami menikah.

Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafas ku.

Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma, dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya bukti nya Ma. Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma ? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan Desi kau sangat baik tetapi dengan ku, menantumu kau bersikap sebaliknya.”

************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ******

Setelah ku buka laptop,ku baca curhatan istriku

Ayah,,mengapa keluargamu sangat membenciku

Aku dihina oleh mereka ayah.

Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu ?

Pernah suatu ketika, aku bertemu Dian di jalan, aku menegornya karena dia adik iparku tapi aku disambut denagn wajah ketidak sukaannya. Sangat terlihat Ayah.

Tapi ketika engaku bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah.

Aku tak bisa berbicara ttg ini padamu, karen aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah.

Aku diusir dari rumah sakit.

Aku tak boleh merawat suamiku.

Aku cemburu paad Desi yang sangat akrab dengan mertuaku

Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku

Aku sangat marah….

Jika aku membicarakn hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan ibunya.

Aku tak mau sakit hati lagi.

Ya Allah kuatkan aku,,maafkan aku

Engkau Maha Adil.

Berilah keadilan ini padaku Ya Allah

Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku.

Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja - manja lagi padamu.

Aku kuat ayah dalam kesakitan ini.

Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku.

Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah.

Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu

Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui

Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku

Aku harus sadar diri

Ayah,,sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu

Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku ?

Ayah aku masih tak rela

Tapi aku harus ikhlas menerimanya

Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya

Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku

Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir

Sebelum ajal ini menjemputku

Ayah…akuk kangen ayah

Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu Bun

Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi ke Pulau Kayu ini

Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.

Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.

Bunda akan selalu hidup dihati ayah.

Bunda… Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah…

Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.

Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, dalam kesendirianmu. …

Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus.

Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..

Bunda,,kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.

Aku menyesal telah asik dalam keegoanku..

Bunda maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat ditidurmu yang panjang.

Maafkan aku , tak bisa bersikap adil dan membahagiakan mu, aku selalu mengiyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.

Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana ?

Apakah Bunda tetap menanti ayah disana ? Tetap setia di alam sana ?

Tunggulah Ayah disana Bunda……

Bisakan ? Seperti Bunda menunggu ayah di sini…… Aku mohon…..

Ayah Sayang Bunda…. 

*************************************************************************************************

sumber:http://groups.yahoo.com/group/tentang-pernikahan/message/6395
Baca Lanjutannya ahh.. »»